Chapter 1. Anak Pertama

Hai, perkenalkan nama saya zia saya berasal dari tanah sumatera barat dengan daerah yang terkenal sangat dingin, dikelilingi oleh pegunungan, pematang sawah dan juga sungai. Saya berasal dari keluarga yang sangat banyak, adik saya berjumlah 6 orang dan saya adalah anak pertama.  Semasa kecil kami selalu diajarkan oleh orang tua kami untuk selalu kompak dalam hal apapun, khusunya mengurus rumah tangga. Semua anak mendapatkan bagiannya masing - masing, dan saya sebagai anak pertama tentu menjadi seorang pemimpin untuk adik - adik saya tersebut. 

Anak pertama, terkadang kata-kata tersebut tidak ingin saya dengar bukan karena saya tidak terima takdir, tapi apa yang saya rasakan sebagai anak pertama sangatlah berbeda. Semua itu berawal dari masa kecil saya, dimana saya selalu disalahkan oleh orang tua ketika tidak mampu menjaga adik - adik saya, selalu disalahkan atas kesalahan yang adik - adik saya perbuat, seakan - akan saya lah yang pantas disalahkan oleh itu semua.

Saya pernah berkata kepada kawan saya, sambil menangis saya berbicara kepadanya mengenai perasaan saya yang membenci orang tua. Saya pernah di level itu, benci sama orang tua saya, karena mereka selalu menyalahi saya. Tapi itu lah mengapa saya berani mengangkat cerita ini, karena saya mau memutus rantai pola asuh yang "salah" dalam keluarga saya. Saya tidak ingin pengasuhan ini berlanjut kepada anak - anak saya. Karena saya tau luka ini sembuhnya lama atau susah hilang, imbas kepada kepribadian dan masa depan saya, bagaimana bisa saya melihat dunia diluar sana jika saya selalu tertekan dan selalu disalahkan ?



Komentar